Pusat Studi Wanita, Seni, dan Budaya LPPM UPI, pada tahun 2011 ini, sedang melaksanakan program unggulannya untuk mewujudkan Model “Desa Wisata Seni dan Budaya” di Desa Ciater, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang. Tujuan jangka panjang program ini adalah untuk meningkatkan partisipasi masyarakat internasional dalam program pengabdian kepada masyarakat yang terfokus pada pemberdayaan masyarakat. Program ini didasari oleh salah satu kebijakan UPI yaitu “Peningkatan Citra, Kemitraan, dan Internasionalisasi” (RENSTRA UPI 2010-2015).
Desa Ciater adalah suatu wilayah pegunungan yang memiliki potensi air panas, perkebunan teh, air terjun, iklim yang sejuk di Kabupaten Subang bagian Selatan. Air panas telah dijadikan daya tarik utama pariwisata, sedangkan kesenian tradisional yang sangat kaya di Subang belum dapat dioptimalkan. Oleh karena itu, Pusat Studi Wanita, Seni dan Budaya LPPM UPI hadir di Ciater untuk membantu masyarakat termasuk guru, siswa, keluarga, seniman, pejabat pemerintahan untuk mengembangkan desanya dan menjadikan seni dan budaya setempat sebagai daya tarik pariwisata.
Untuk sampai pada tujuan “Desa Wisata Seni dan Budaya” diperlukan kegiatan terencana secara multitahun dari 2010 setidaknya sampai 2013, yang digambarkan pada bagan berikut ini.

Awal kegiatan ini dimulai melalui program rintisan pada tahun 2010 yaitu dengan mengadakan pelatihan guru untuk menggali permainan anak-anak setempat menjadi sebuah seni pertunjukan. Kegiatan ini berlanjut dengan sebuah kesepakatan kerjasama antara pemerintah Desa Ciater dengan Pusat Studi Wanita, Seni dan Budaya (PSW SB) untuk mengembangkan “Desa Wisata Seni dan Budaya.” Pada tahun 2011, PSW SB bekerjasama dengan para dosen seni lintas jurusan pada Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni, dan Yayasan Saung Angklung Udjo untuk mengadakan pengabdian kepada masyarakat (PPM) di Ciater, Kabupaten Subang. Oleh karena Angklung Sunda dijadikan materi utama pada kegiatan PPM ini, maka judul PPM ini adalah “Desa mandiri, gotong royong, sejahtera melalui wisata angklung Sunda di Kabupaten Subang.” Harapannya adalah melalui seni angklung Sunda, masyarakat Ciater dapat mewujudkan moto pemerintah daerahnya yaitu menjadi masyarakat gotong royong dan meningkat pendapatannya untuk menuju masyarakat sejahtera.
PPM ini dilakukan melalui serangkaian kegiatan sebagai berikut.
- Pada tanggal 18-20 Juli 2011, lokakarya guru dan kepala sekolah tentang pendidikan dan pariwisata.
- Pada tanggal 21 Juli sampai dengan tanggal 16 Agustus 2011, Pelatihan tutor angklung, membuat angklung, dan memainkan angklung Sunda.
- Pada tanggal 17 Agustus 2011, pertunjukan seni angklung Sunda, permainan anak-anak, sisingaan anak, dan tari Jaipongan yang diiringi angklung Sunda.
- Pada tanggal 7 Oktober 2011, pertunjukan kolaborasi seni angklung Sunda, permainan anak-anak, sisingaan anak, dan tari Jaipongan yang diiringi angklung Sunda, Celempungan, Gembyungan, dan Singa Depok.
Kegiatan lokakarya bertujuan untuk membangun kesadaran para guru dan kepala sekolah terhadap pentingnya pendidikan dan pendidikan seni untuk pengembangan pariwisata di Ciater dan sekitarnya. Dari lokakarya ini berlanjut dengan pelatihan tutor angklung, yaitu melatih tiga guru SD mengenai proses belajar mengajar angklung Sunda kepada peserta didik. Pelatihan membuat angklung ditujukan untuk masyarakat yang putus lapangan kerja atau warga yang belum memiliki pekerjaan tetap. Angklung yang dihasilkan melalui pelatihan membuat angklung ini bisa langsung dijual kepada Saung Angklung Udjo. Pelatihan memainkan angklung Sunda melibatkan 55 siswa dari dua Sekolah Dasar di Desa Ciater. Pelatihan memainkan angklung Sunda ini dikolaborasikan dengan permainan anak-anak, Sisingaan, dan tari Jaipongan. Untuk pertunjukan tanggal 7 Oktober 2011, guru, siswa sekolah dasar, seniman setempat, dan masyarakat sekitarnya akan mewujudkan kolaborasi sajian seni angklung Sunda, permainan anak-anak, Sisingaan anak-anak, tari Jaipongan, Celempungan, Gembyungan, dan Singa Depok dewasa. Pertunjukan ini akan disaksikan oleh tamu UPI dari macanegara yang sedang mengadakan kegiatan festival dan kompetisi komponis muda Asia Tenggara. Seluruh rangkaian kegiatan PPM tahun 2011 ini dimaksudkan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat Desa Ciater terhadap potensi seni dan budayanya serta mampu berinovasi dalam merespon kehadiran wisatawan.
Pada tahun 2012, PSW SB merencanakan untuk membina masyarakat dalam pengelolaan wisata seni dan budaya, penguatan kewirausahaan seni dan produk lokal, serta pembudidayaan bambu sebagai bahan angklung. Pada tahun 2013, PSW SB merencanakan untuk membina masyarakat dalam layanan jasa wisata seni dan budaya melalui kegiatan rutin, baik pertunjukan seni, festival seni, maupun pendidikan seni bagi masyarakat. Desa Wisata Seni dan Budaya dicirikan oleh adanya sentra/pusat kegiatan seni dan budaya, yang dapat menarik wisatawan domestik dan mancanegara, seperti halnya sentra wisata “Saung Angklung Udjo.” Keberhasilan mewujudkan Desa Wisata Seni dan Budaya ini tidak terlepas dari kerjasama antara Universitas Pendidikan Indonesia, Yayasan Saung Angklung Udjo, dan Pemerintah Daerah Subang.(JM)