header-int

Internasional Webinar 2 Series WCU UPI

Posted by : Administrator
Share

Bandung, UPI – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Pendidikan Indonesia melalui Kepala Pusat Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Industri Pariwisata kembali selenggarakan rangkaian Internasional Webinar series ke-2 pada tanggal 12 Oktober 2021. Kegiatan diselenggarakan secara daring melalui siaran Zoom dan Youtube.

Masih dalam lingkup pengembangan ekowisata yang dikaitkan dengan budaya dan pendidikan. Kegiatan dimulai dari pemaparan awal dari Prof. Azril Azahari, Ph.D. yang memaparkan tentang tren ekowisata di masa lalu, masa kini, dan masa depan. Dijelaskannya jika paradigma pariwisata telah bergeser. Pergeseran besar yang dipengaruhi banyak hal seperti teknologi, politik, regulasi, sosial, ekonomi, dan lingkungan yang akan mendorong terjadinya landasan industri baru. Konsep pariwisata pun berkembang dan memunculkan istilah-istilah baru seperti Ekotourism, Bioekotourism, Greentourism. Pengembangan pariwisata yang mengedepankan kelestarian abiotik (alam), biotik (flora dan fauna), kultural (manusia dan peradaban).

Dr. Hasanudin, M.Si. dalam paparannya memfokus pada pengembangan desa adat sebagai bagian dari ekowisata dalam penguatan ragam budaya Indonesia. Indonesia yang dibangun dari ragam suku bangsa, bahasa, budaya, kepercayaan, dan hukum adat adalah kekayaan yang dimiliki oleh Indonesia. Tercatat dari data BPS tahun 2021 ini terdapat 633 ragam suku bangsa yang tersebar di berbagai daerah di tanah air, daerah-daerah tersebut mempunya orisinalitas yang bersifat istimewa dan sudah menjadi tanggung jawab negara untuk dapat menjamin kelestarian hidupnya dan hak-hak asal usulnya.

Assoc. Prof. Dr. Mohd Hafiz Hanafiah membahas lima pilar pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis pemberdayaan kearifan lokal. Keterhubungan antara masyarakat dengan pariwisata begitu erat hubungannya. Destinasi pariwisata, disebutkan olehnya, erat dalam hubungan dengan penciptaan lapangan pekerjaan, pemanfaatan kekayaan sumber daya, dan pergerakan roda ekonomi. Lima pilar yang dimaksud terdiri dari akademisi, pebisnis, masyarakat, pemerintah, dan media.

Dr. Yuliawan Kasmahidayat, M.Si. memberikan pandangannya tentang metode sugesti pendidikan seni sebagai alat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Persepsi tentang seni tidak hanya diartikan sebagai alat penghibur dan keindahan saja, namun bisa dipahami sebagai media untuk membukakan imajinasi berpikir seseorang tentang sesuatu yang tidak terbatas. Sains bekerja dengan memahami objek dengan cara membuat jarak kemudian mengubah realitas objek menjadi objek baru, sedangkan seni memahami objek dengan cara menyatu tanpa mengubah realitas objek dan memberikan nyawa dalam segala hal. Sehingga seni dapat mencipta persepsi-persepsi baru yang bernilai kebenaran dalam kehidupan.

Webinar berjalan dengan penuh kekhidmatan yang berisikan ilmu-ilmu dan cara pandang dari para pemapar dalam keahlian di bidangnya masing-masing. Webianar seriesselanjutnya akan dilaksanakan di minggu depan pada tanggal 19 Oktober dan sekaligus menjadi rangkaian terakhir pada rangkaian webinar series program WCU UPI.

LPPM Universitas Pendidikan Indonesia
Jl. Dr. Setiabudi No. 229 Bandung
================================================
Telpon / Fax: 022 2001908 - 2002007, posel : lppm[at]upi.edu
© 2022 LPPM Universitas Pendidikan Indonesia Follow LPPM Universitas Pendidikan Indonesia : Facebook Twitter Linked Youtube