header-int

Pengembangan Seni Wisata Edukasi Sebagai Penguatan Desa Wisata

Posted by : Administrator
Share

PENGEMBANGAN SENI WISATA EDUKASI SEBAGAI PENGUATAN DESA WISATA

Beberapa waktu yang lalu, tepatnya hari Minggu, 7 Maret 2021 Tim EKKIP (Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Industri Pariwisata) dari LPPM UPI melakukan survei, pendataan, sekaligus pendampingan di Padepokan Seni Bangklung Candramaya di RT02/RW 06, Desa Cisero, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut. Kunjungan ini menjadi langkah awal bagi tim EKKIP LPPM UPI untuk melakukan pengenalan dan identifikasi masalah serta kebutuhan yang diperlukan bagi kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan ekonomi kreatif, kewirausahaan, dan industri pariwisata yang merupakan salah satu program kerja yang akan dilaksanakan yaitu Pengembangan Seni Wisata Edukasi sebagai Penguatan Desa Wisata.

Kesenian Bangklung ini sudah ada sejak tahun 1928 yang digunakan sebagai media penyebaran agama Islam oleh beberapa tokoh pada masa itu. Media yang digunakan adalah terbangan dan angklung, itulah mengapa kesenian ini dinamakan Bangklung karena perpaduan nama antara terbangan dan angklung. Kesenian ini semakin berkembang seiring berjalannya waktu dan zaman sehingga sampai sekarangpun masih terjadi regenerasi. Padepokan kesenian ini menjadi satu-satunya kegiatan kesenian yang masih eksis hingga saat ini di Kecamatan Cisurupan Kabupaten Garut.

Sobarna (66 tahun) selaku Ketua Umum Padepokan Seni Bangklung ini mengatakan bahwa kegiatan seni bangklung ini biasanya dilakukan latihan rutin di minggu ketiga malam Rabu. Berbeda halnya ketika aka nada suatu acara besar atau pagelaran maka intensitas latihan akan ditambah. 


(Sobarna, Ketua Umum Padepokan Seni Bangklung Candramaya.)

Kegiatan seni bangklung ini terdiri dari 25 anggota dengan rentang usia 20-45 tahun (usia produktif). Mereka melakukan kegiatan rutin latihan untuk persiapan penampilan yang biasanya dilakukan ketika ada pesta rakyat, pagelaran, pesta panen, khitanan, dan bahkan hari besar nasional seperti Hari Kemerdekaan Indonesia di tanggal 17 Agustus. Setiap pertunjukan, tim seni bangklung akan mendapatkan bayaran sekisar Rp. 2.500.000/penampilan dan akan dibagi ke anggota yang tampil di kegiatan tersebut. Mereka menampilkan kesenian bangklung sesuai dengan komponen yang dimiliki oleh padepokan tersebut yaitu 2 setel terbangan dan 2 setel angklung.

Anggota dari tim Padepokan Kesenian Bangklung ini adalah masyarakat sekitar Desa Cisero Kecamatan Cisurupan yang berprofesi utama sebagai buruh. Mata pencaharian buruh seperti buruh tani dan pembibitan tersebut didukung oleh kondisi iklim yang sejuk dan lokasi startegis yang berada diantara dua gunung yaitu Gunung Cikuray dan Gunung Papandayan. Selain itu, masyarakat sekitar juga ada yang berprofesi sebagai buruh bangunan, buruh angkut, dan jasa ojek ketika sedang tidak ada kegiatan di padepokan ini.


(Sobarna dengan Kepala Pusat EKKIP LPPM UPI, Yuliawan Kasmahidayat)

Masalah yang dialami oleh padepokan ini yaitu belum adanya dukungan materiil dan kegiatan yang berhubungan dan ekonomi kreatif, kewirausahaan, dan industri pariwisata padahal padepokan dan desa ini memilik potensi tinggi untuk menjadi daya tarik dan ciri khas kesenian tradisopnal di Garut. Pemerintah desa setempat hanya memberikan dukungan moril dan semangat agar seni tradisional ini tetap ada dan tidak tergerus zaman. Selain itu, pihak Dinas Kebudayaan setempat pun belum terlalu melirik keberadaan padepokan ini.

Kunjungan tim EKKIP LPPM ini diharapkan dapat terjalin kerjasama antara pihak akademisi dalam hal ini Universitas Pendidikan Indonesia dengan Padepokan Kesenian Bangklung di Kecamatan Cisurupan ini. Selain itu, pihak EKKIP LPPM juga bisa menjadi jembatan antara pihak padepokan dengan pemerintah desa setempat ataupun Dinas Kebudayaan agar bisa mendapatkan pengakuan dan dukungan sepenuhnya demi terpeliharanya kesenian tradisional Bangklung dengan nuansa Islami ini di tengah-tengah era modernisasi saat ini, serta sebagai penguatan industri pariwisata daerah setempat.


(Tim EKKIP LPPM UPI bersama dengan narasumber)

LPPM Universitas Pendidikan Indonesia
Jl. Dr. Setiabudi No. 229 Bandung
================================================
Telpon / Fax: 022 2001908 - 2002007, posel : lppm[at]upi.edu
© 2022 LPPM Universitas Pendidikan Indonesia Follow LPPM Universitas Pendidikan Indonesia : Facebook Twitter Linked Youtube