headerphoto

Data Penelitian Universitas Pendidikan Indonesia

Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreatif Matematis melalui Pembelajaran Kontekstual Berbasis Intuisi Aan Hasanah. (2010).

Kode :
Jenis Penelitian : Hibah Disertasi Doktor
Metode Penelitian : SURVEY
Tahun Penelitian : 2010
Sumber Dana : UPI
Fakultas : LEMBAGA PENELITIAN
Peneliti -
Abstrak

 

Penelitian
ini dimaksudkan untuk mendesain dan mengembangkan seperangkat bahan ajar dengan
memanfaatkan potensi alamiah yang dimiliki para siswa yaitu intuisi, untuk
mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif matematis. Pada dasarnya
intuisi merupakan pendorong utama untuk bernalar logis (masuk akal) sekaligus
pemicu aktivitas berpikir bagi siswa. Kurikulum Matematika SMA saat kini
menuntut kemampuan berpikir sebagai suatu tujuan penting yang harus dicapai,
untuk itu perlu adanya upaya pemilihan pendekatan pembelajaran yang tepat dan
efektif untuk tercapainya kemampuan berpikir yang diharapkan, mampu
mengoptimalkan self-confidence, serta
memupuk sikap positif dan pola berpikir (mathematical
disposition)
yang membudaya dalam mengatasi permasalahan real word. Salah satu solusi yang
dipandang tepat untuk mewujudkan tuntutan tersebut adalah pendekatan
kontekstual berbasis intuisi sebagai suatu pendekatan yang diawali dengan
berintuisi informal dalam menyelesaikan masalah berkonteks yang dirancang
secara khusus.



 



Tujuan dari
penelitian ini adalah: (1) Menyusun 
bahan ajar yang disesuaikan dengan Kurikulum yang berlaku, (2)
Menganalisis secara mendalam tentang perbedaan kemampuan berpikir kritis
menurut pendekatan pembelajaran yang digunakan yaitu pendekatan kontekstual
berbasis intuisi (KTI), dan pembelajaran biasa (KV); (3) Menganalisis secara
mendalam tentang perbedaan kemampuan berpikir kreatif antara pendekatan KTI, dan
KV. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan uji ANAVA .
Penelitian ini dilaksanakan melalui dua tahap, yaitu: 1. Tahap I terdiri dari:
pembuatan dan
pengembangan bahan ajar, instrument yang divalidasi oleh para pakar di
bidangnya, uji coba instrumen, sosialisasi rancangan kepada guru dan observer,
pemilihan sampel; 2. Tahap II  terdiri
dari: mengujikan tes awal, pelaksanaan proses pembelajaran, mengujikan tes
akhir, analisis data, temuan, dan pelaporan.



 



Berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan uji-t
dan ANAVA dua jalur disimpulkan bahwa : (1)
terdapat
perbedaan berpikir kritis matematis antara siswa yang memperoleh pembelajaran
kontekstual berbasis intuisi (KTI) dengan siswa yang memperoleh pembelajaran
konvensional.; (2) terdapat perbedaan berpikir kreatif matematis antara siswa
yang memperoleh pembelajaran kontekstual berbasis intuisi (KTI) dengan siswa
yang memperoleh pembelajaran konvensional.



 



 



Kata Kunci: Pembelajaran Kontekstual Berbasis Intuisi,
Berpikir Kritis, Berpikir Kreatif



Kata kunci :
Download File Mengembangkan-Kemampuan-Berpikir-Kritis-dan-Kreatif-Matematis-melalui-Pembelajaran-Kontekstual-Berbasis-Intuisi Aan-Hasanah.-(2010).-- -.doc