headerphoto

Data Penelitian Universitas Pendidikan Indonesia

Dadang Hidayat

Kode :
Jenis Penelitian : Hibah Disertasi Doktor
Metode Penelitian : SURVEY
Tahun Penelitian : 2010
Sumber Dana : UPI
Fakultas : LEMBAGA PENELITIAN
Peneliti -
Abstrak



Permasalahan utama dalam penelitian ini
adalah:
Model
pembelajaran bagaimanakah yang dapat memberikan siswa pengalaman langsung  dalam suasana industri di sekolah untuk
meningkatkan kompetensi siswa dalam
mata pelajaran
Produktif,
Kompetensi Keahlian Teknik Pemesinan? Tujuan penelitian: 1) Mengidentifikasi kondisi
pembelajaran Produktif; 2) Menemukan desain model  pembelajaran
,yang dapat memberikan
siswa pengalaman
 langsung dalam suasana industri di sekolah;
3)Menemukan
 model implementasinya;
4) Mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya; dan 5) Memperoleh data
empiris tentang efektivitas model.
Metode yang digunakan R&D
dengan s
ubjek penelitian siswa dan guru produktif  kelas XI dan XII SMKN 6 Bandung. Pengembangan model
dilakukan
dalam empat  tahapan yaitu
: studi
pendahuluan, pengembangan,
ujicoba dan validasi
model.Teknik analisis data menggunakan teknik analisis kualitatif dan
kuantitatif, dan dihasilkan
Model Pembelajaran Teaching Factory 6 Langkah (Model TF-6M). Hasil penelitian menunjukan: 1) Pembelajaran di
SMKN
6 Bandung cukup berhasil karena sebagai  RSBI, dan
sarana
praktek
nya terstandar sebagai TUK; 2) Sebagian
guru
bersertifikat guru profesional, asesor, dan berserti fikat keahlian
teknis
BNSP; 3) FGD mengungkapkan bahwa guru produktif meyakini ModelTF-6M dapat dikembangkan dan diaplikasikan.
H
ubungan
dengan konsumen dan kepercayaan industri sudah
berkembang
positif; 4)
Praktisi industri meyakini model ini sebagai terobosan dalam mengimbangi perkembangan
kemajuan industri
, agar sekolah tidak terkungkung dengan rutinitas
kurikulum; 5) Pengambil kebijakan diharapkan
mendukung implementasi ujicoba
model ini. Rekognisi kepala sekolah akan berjalan baik karena didukung oleh fasilitas dan SDM yang
mumpuni.
Model TF-6M hanya memerlukan kebijakan kepala sekolah; 6) Dukungan sangat penting adalah
antusiasme siswa dalam
 mengikuti Model TF-6M, baik pada ujicoba
maupun uji validasi.
Model TF-6M efektif meningkatkan:
kompetensi siswa, softskill, hardskill, etos kerja, motivasi dan tanggungjawab
siswa.
Siswa lebih menyukai Model TF-6M
dibandingkan
 model konvensional. Direkomendasikan kepada sekolah dan direktorat PSMK sebagai bahan  kebijakan, Model TF-6M dapat diaplikasikan
secara bertahap dan terpadu dengan uji kompetensi dalam  blok waktu yang cukup, dan sekaligus sebagai
pengganti Prakerin. LPTK-PTK dapat melakukan pengkajian secara mendalam model
ini melalui penelitian, seminar dan perkuliahan sehingga model ini dipahami
para mahasiswa calon guru professional, yang diharapkan menjadi implementator
Model TF-6M.



Kata kunci :
Download File Dadang-Hidayat.doc