Data Pengabdian Pada Masyarakat (PPM)

Pendampingan Proses Sertifikasi Minyak Akar wangi Organik dalam Upaya Peningkatan Nilai Strategis Komoditas Ekspor Minyak Atsiri Indonesia.

Pelaksana: Dr. Asep Kadarohman, MSi.
Fakultas: FPMIPA
Jumlah Dana: Rp. 300.000.000,-
Tahun Pelaksanaan: 2010
Lokasi: Kampung Legok Pulus Desa Sukakarya Kec. Samarang Kab. Garut Jabar
Khalayak Sasaran: Para petani Minyak Akar Wangi
Produk: Jasa
Program: Ipteks bagi Produk Ekspor (IbEP)
Sumber Dana: DIKTI
AbstrakMinyak akar wangi (Vetiveria zizanoides) merupakan salah satu komoditas ekspor unggulan Indonesia. Penanaman akar wangi umumnya dilakukan dengan tumpang sari tanaman sayuran. Untuk meningkatkan harga jual minyak akar wangi, dapat dilakukan dengan mengalihkan produksi akar wangi biasa menjadi akar wangi organik termasuk sayuran sebagai tanaman tumpang sarinya. Penanaman akar wangi organik dilakukan dalam demplot seluas satu hektar dengan tumpang sari kentang (Solanum tuberosum) 2000 m2 di Desa Sukakarya Samarang Garut. Penanaman menggunakan kotoran kambing dan sapi sebagi pupuk, serta air destilat akar wangi dan biopeptisida cair sebagai pestisida. Variabel yang diteliti meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, dan jumlah anakan. Pada triwulan pertama jumlah anakan dan jumlah daun tanaman akar wangi dengan tumpang sari lebih banyak dibandingkan dengan tanaman akar wangi tanpa tumpang sari. Namun demikian tidak ada perbedaan tinggi tanaman akar wangi,baik dengan maupun tanpa tumpang sari. Hasil tumpang sari kentang organik jumlahnya lebih sedikit, tetapi mempunyai tekstur dan ketahan lebih baik dari pada kentang biasa.

Kata kunci : Vetiveria zizanoides, Solanum tuberosum, tumpang sari, pertanian organik.
Download FilePendampingan Proses Sertifikasi Minyak Akar wangi Organik dalam Upaya Peningkatan Nilai Strategis Komoditas Ekspor Minyak Atsiri Indonesia..doc
© 2009 LPPM Universitas Pendidikan Indonesia