Data Pengabdian Pada Masyarakat (PPM)

Penyuluhan dan Pembentukan Klub Senam Osteoporosis UPI Sebagai Langkah Pencegahan Penyakit Osteoporosis Pada Civitas Akademika UPI.

Pelaksana: dr. Hamidie Ronald Daniel Ray, M.Pd, AIFO.
Fakultas: FPOK
Jumlah Dana: Rp.40.000.000,-
Tahun Pelaksanaan: 2010
Lokasi: Kampus UPI Kec. Sukasari Kota Bandung
Khalayak Sasaran: Civitas Akademika UPI
Produk: Jasa
Program: Ipteks bagi Masyarakat (IbM)
Sumber Dana: DIKTI
AbstrakBanyak orang tidak menyadari kalau osteoporosis atau penyakit keropos tulang merupakan pembunuh tersembunyi (silent killer). Penyakit ini hampir tidak menimbulkan gejala yang jelas. Kendati osteoporosis dikenal sebagai penyakit silent killer, tidak berarti kedatangannnya tidak bisa diantisipasi. Tetapi yang perlu diingat dalam mencegah osteoporosis, gizi saja tanpa dibarengi oleh latihan fisik ternyata tidak cukup. Untuk itu ada senam osteoporosis untuk mencegah dan mengobati terjadinya pengeroposan tulang. Prinsip latihan fisik untuk kesehatan tulang adalah latihan pembebanan, gerakan dinamis dan ritmis, serta latihan daya tahan (endurans) dalam bentuk aerobic low impact. Semua jenis latihan ini telah dikemas dalam bentuk Senam Pencegahan Osteoporosis.
Civitas akademika Universitas Pendidikan Indonesia yang terdiri dari berbagai kelompok umur mulai dari mahasiswa, karyawan dan dosen tentu saja tidak terlepas dari bahaya yang ditimbulkan karena penyakit osteoporosis. Yang menjadi kendala sekarang adalah belum adanya bagian yang mengelola senam osteoporosis itu secara baik. Berdasarkan uraian tersebut, maka yang menjadi persoalan pokok adalah : (1). Bagaimana agar para civitas akademika UPI terutama karyawan dan dosen mau melakukan senam osteoporosis sebagai langkah untuk mencegah penyakit osteoporosis. (2). Bagaimana membentuk klub senam osteoporosis UPI sebagai wadah konsultasi, penerapan dan pengorganisasian pencegahan osteoporosis di lingkungan akademika UPI.
Metode yang dilakukan adalah dengan memberikan penyuluhan tentang apa itu osteoporosis dan senam yang dilanjutkan dengan pelatihan senam osteoporosis oleh para instruktur senam osteoporosis.
Beberapa kesimpulan yang dapat diungkapkan dari hasil pelaksanaan penataran selama 2 hari, adalah sebagai berikut : (1) Para peserta menyatakan materi penataran merupakan sesuatu yang baru dan sangat bermanfaat dalam mencegah timbulnya penyakit osteoporosis. (2). Materi senam osteoporosis cukup bervariasi, mudah diikuti, murah sehingga membuat peserta termotivasi untuk mengikuti. (3). Peserta merasakan perlunya ditindaklanjuti dengan membentuk klub senam osteoporosis yang rutin mengadakan senam setiap minggunya.

Kata kunci : Osteoporosis, Senam Osteoporosis, Klub Senam Osteoporosis UPI.
Download FilePenyuluhan dan Pembentukan Klub Senam Osteoporosis UPI Sebagai Langkah Pencegahan Penyakit Osteoporosis Pada Civitas Akademika UPI..doc
© 2009 LPPM Universitas Pendidikan Indonesia