header-int

Yuliawan Kasmahidayat tiga besar penerima anugerah Academic Leaders bidang Seni dan Budaya 2022

Posted by : Administrator
Share

Yuliawan Kasmahidayat masuk dalam tiga besar  penerima anugerah Academic Leaders bidang Seni dan Budaya Tahun 2022

Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi menyelenggarakan program Anugerah Academic Leaders bagi para dosen dan rektor yang memiliki inovasi-inovasi yang diunggulkan di seluruh Indonesia. Pendaftaran program ini dibuka mulai tanggal 6 September hingga 16 Oktober 2022 yang terdiri dari 3 jenis/bidang yaitu Sains dan Teknologi, Seni dan Budaya, serta Sosial dan Humaniora. Dr. Yuliawan Kasmahidayat, M.Si, salah satu kepala pusat kajian di LPPM yaitu Kepala Pusat Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Industri Pariwisata (EKKIP), yang juga merupakan salah satu dosen di Program Studi Pendidikan Seni Tari FPSD, serta pada Prodi Pendidikan Seni (S2) di SPs UPI berhasil lolos dan mewakili Universitas Pendidikan Indonesia dalam bidang Seni dan Budaya yang mengusung inovasi yang diciptakannya baru-baru ini yaitu Jurus Silat “nga-guar diri”. Yuliawan menjadi kandidat dosen penerima Academic Leaders bidang Seni dan Budaya bersama dengan Dr. Andry Masri, S.T., M.Sn. dari Institus Teknologi Nasional Bandung dan Prof. Dr. Wening Udasmoro, M.Hum dari Universitas Gadjah Mada.

Yuliawan yang kerap disapa Awang ini menghadiri kegiatan Verifikasi/Fact Finding Program Anugerah Academic Leaders Tahun 2022. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 25-26 November 2022 yang bertempat di Pullman Hotel Jakarta Indonesia di jalan M.H Thamrin, Jakarta Pusat. Kegiatan ini dibagi menjadi dua sesi, yakni sesi presentasi kandidat dosen pada tanggal 25 November, sedangkan presentasi kandidat rektor dilaksanakan di hari berikutnya. Kegiatan Verifikasi dinilai oleh 5 orang yang berasal dari ITB, UGM, Unimed, Udayana, serta dari UI.

  
Yuliawan memaparkan hasil inovasi unggulan di kegiatan Verifikasi Kandidat Dosen Penerima Academic Leaders Tahun 2022, Pullman Hotel Jakarta
(Dokumentasi Pribadi oleh Heru Mahmud, 2022)

Jurus Silat ”nga-guar diri” ini diciptakan berdasarkan latar belakang atau salah satu ruang lingkup kepakaran Yuliawan yang fokus kepada Estetika dan Kajian Budaya yang mana di dalamnya terdapat materi tentang pencak silat. Selain itu, Yuliawan juga menciptakan inovasi ini berangkat dari pengalaman pribadi bahwasanya ia pernah merasakan penyakit “gerd” yang dialami secara tiba-tiba. Setelah berbagai pertimbangan dan juga pendalaman terhadap berbagai jurus yang pernah dipelajari, akhirnya Yuliawan mengembangkan jurus silat dari beberapa jurus yang sudah ada kemudian dilakukan penyesuaian. Jurus Silat yang dinamai “nga-guar diri” ini disusun sebagai salah satu media normalisasi tingginya kadar asam lambung dalam diri manusia. 

“nga-guar diri” merupakan satu proses membuka dan melancarkan peredaran darah pada syaraf otak, jantung, paru-paru, pundak, serta tumpuan kaki. Olahan jurus yang dikembangkan dari anggota badan lengan dan tumpuan kaki, dilakukan dengan tingkat konsentrasi yang tinggi berdasarkan rotasi empat arah mata angin, sebagai peleburan dan pengkultusan diri secara total terhadap Sang Khaliq, leluhur, alam sekitar, serta gambaran perilaku dalam perjalanan hidup di muka bumi.

 
Youtube : Yuliawan Kasmahidayat

Setelah memaparkan karya inovasinya, Yuliawan mendapatkan suntikan semangat serta beberapa saran masukan untuk melanjutkan penelitian di tahun-tahun berikutnya seperti berkolaborasi dengan pihak akademisi di bidang kesehatan dan juga pesilat lain yang tentunya akan memperkuat claim terkait inovasi ini (Heru Mahmud, 2022).

LPPM Universitas Pendidikan Indonesia
Jl. Dr. Setiabudi No. 229 Bandung
================================================
Telpon / Fax: 022 2001908 - 2002007, posel : lppm[at]upi.edu
© 2023 LPPM Universitas Pendidikan Indonesia Follow LPPM Universitas Pendidikan Indonesia : Facebook Twitter Linked Youtube